The Golden Rule

September 26,2021 / Tim Beranda

Ayat: Matius 7:12-14

Ada istilah yang digunakan gereja dalam menggambarkan prinsip yang diajarkan Tuhan Yesus dari Matius 5, yaitu The Golden Rule. Tuhan Yesus ingin mengartikan Hukum Taurat dan kitab para nabi, termasuk dalam Matius 7:12-14 ini.

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Matius 7:12). Model pengajaran Tuhan Yesus ini bukan sesuatu yang asing pada jaman itu di telinga orang Yahudi, tetapi pengajaran ini juga sama dengan apa yang diajarkan oleh para Rabi Yahudi.

Pengajaran ini berarti “Hidup yang kita jalani sekarang ini adalah konsekuensi dari perbuatan kita kepada orang lain.” Itulah sebabnya sering disebut hukum timbal balik. Hukum ini sering digunakan sebagai etika dalam kehidupan sehari-hari. Agama-agama lain pun juga mengatakan hal yang sama, seperti Confucius, Hindu.

Tapi, sebenarnya apa yang diajarkan Tuhan Yesus berbeda. Di kitab-kitab lain, rata-rata dituliskan dengan kalimat negatif, kata “jangan”. Itulah sebabnya ajaran ini sering disebut hukum karma. Namun, yang diajarkan Tuhan Yesus berbeda. Tuhan Yesus tidak mengajarkan kita untuk tidak boleh melakukan hal buruk kepada orang lain, agar kita tidak mendapat hal buruk. Tetapi, Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan “segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada orang lain.”

Dengan demikian, maksud Tuhan adalah “Dalam segala sesuatu kamu harus melakukan apapun yang baik, walaupun kebaikan itu tidak kembali kepadamu.” Penutup dari the golden rule tertulis “sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. (Matius 7:14)”. Hal ini bisa berarti bahwa memang sulit untuk melakukan the golden rule ini.

Matius 22:37-39 juga menuliskan hukum yang sama dengan the golden rule. “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Dengan demikian, the golden rule ingin menyatakan bahwa kasih adalah landasan kita berbuat baik kepada orang lain. Artinya, kita baik bukan karena kita melihat kebaikan dari orang lain. Apapun yang kita lakukan bukan karena hukum karma. Itulah ajaran Tuhan Yesus yang berbeda dengan ajaran tradisi / agama lain.

Kekuatan dari kalimat the golden rule ini bukan pada kata “jangan” atau kata negative, tetapi kalimat the golden rule ini adalah kalimat dorongan yang aktif yang harus dilakukan oleh semua orang Kristen. Kita dituntut melakukan perbuatan baik secara aktif. Maka daripada itu, mengikut Yesus sangat berat, harus memikul salib dan menyangkal salib.

Ketika Bangsa Israel sengsara di bawah pemerintahan Babel, Tuhan mengajarkan mereka untuk tidak membalasnya. Maka daripada itu, Yeremia menulis dalam Ratapan 3:27&30. Lukas pun mengambil hal yang sama pada Lukas 6:29. Inilah yang harusnya dimiliki oleh orang Kristen. Orang Kristen mengerti tentang kasih kristus dalam dirinya. Kasih Kristus bukan tabungan, yang bisa habis ketika diambil orang. Jadi, walaupun orang lain melukai hati kita, kita tetap harus mengasihi orang tersebut.