Kamu adalah Terang Dunia

April 18,2021 / Tim Beranda

Ayat: Matius 5:14-16

 

Hari ini kita akan membahas tema yang orang kristen sudah dengar berpuluh-puluh kali atau bahkan beratus-ratus kali “Kamu adalah terang dunia.” Ini adalah satu perkataan Tuhan Yesus yang terkenal. Kita sebagai orang Kristen, tahu bahwa kita harus menjadi terang dunia. Tapi, ketika Tuhan Yesus berkata bahwa kita harus menjadi terang dunia dan hendaklah orang lain melihat perbuatan kita agar Allah dipermuliakan (ayat 16), apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus? Perbuatan seperti apa yang harus kita perbuat untuk mencerminkan Allah?

Sebuah channel Youtube “Buzzfeed” sering mengangkat topik yang menarik. Salah satunya video yang berjudul “How I lost my Faith in the Mega Church?”. Diceritakan ada seorang musisi wanita usia 30 tahunan yang melayani dengan pacarnya yang bisa bermain gitar. Gereja melihat potensinya dan memberikan fasilitas kepada wanita tersebut. Tapi tidak berhenti disitu saja, ketika mereka menikah perlahan mulai ada perubahan. Mereka mencoba untuk mendapat anak, tapi tidak dapat. Gereja mendoakan mereka, tapi tidak juga dapat dan akhirnya mulai menuduh wanita tersebut tidak berdoa secara serius. Wanita tersebut secara terus menerus mendapat tekanan dari gerejanya dan secara mental tidak tahan, sehinga wanita itu pindah ke gereja lain dan membuat “home church”. Namun, penghakiman tidak berhenti begitu saja. Orang gereja masih mengusik hidup mereka. Tahun kedua, wanita itu akhirnya memiliki anak, namun anak itu cacat (down syndrome). Tekanan terus datang dari orang gereja dan karenanya, wanita ini meninggalkan imannya.  

Mungkin kita berpikir bahwa gereja dari wanita tersebut tidak memiliki doktrin yang kuat dan mari kita melihat bagaimana dengan gereja orthodox yang memiliki doktrin yang baik. Berdasarkan riset, gereja orthodox juga tidak memberikan dampak apa-apa. Orang-orang yang berada di gereja orthodox cenderung berprasangka buruk. Bagaimana caranya kita menjadi terang kalau kita sudah berprasangka buruk ke orang lain? Ternyata, pengajaran yang ketat pun tidak memberikan dampak bagi orang-orang di sekitar. 

Tidak jarang pula, beberapa orang di orthodox juga menunjukkan kepribadian ganda. Di gereja, kehidupannya baik. Tapi, di luar gereja, kehidupannya tidak benar.

Banyak orang yang datang ke gereja dengan ekspektasi ingin kenal Tuhan. Tapi ketika berproses di dalam gereja, banyak dari mereka yang mengalami traumatic experience. 

Bagaimana dengan kita? Apakah kita adalah cahaya yang menerangi atau cahaya yang mengaburkan? Seringkali kita punya ekspektasi tertentu kepada orang yang datang. Padahal orang yang datang, bisa jadi ingin mengenal Tuhan lebih dekat. Apakah kita menjadi orang yang judgemental dan dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar kita?

Menjadi terang itu dimana? Apakah tempat menjadi terang adalah di gereja? Apakah ketika kita pelayanan ini dan itu, berarti kita sudah menjadi terang? Jika di dalam keluarga, keluarga kita berantakan, apakah kita sudah menjadi terang?

Dalam Matius 10:16 dikatakan Tuhan mengutus kita bukan ke domba, tetapi ke serigala. Memang benar, Tuhan menyuruh kita untuk melayani sesama. Tetapi, kita harus keluar untuk menjadi terang. 

“Kita jadi orang Kristen tidak cukup untuk hidup saleh,” kata Jessica Layantara. Orang yang hidup saleh berarti membayar persembahan, membayar perpuluhan, ikut kebaktian doa, baca alkitab, dll. Apakah dengan kita hidup saleh, kita tidak perlu melakukan apapun? Hidup saleh juga melakukan apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. 

Di gereja, kita dituntut untuk menjadi orang yang saleh. Ketika kita mengejar kesalehan, kita punya standar yang tinggi dan ketika kita bertemu orang-orang yang tidak sesuai dengan standar, bagaimana sikap kita? Apakah kita judgemental atau kita bisa menerima? Apakah kita menjadi terang yang mengaburkan atau terang yang menerangi?

Menjadi terang berarti melakukan sesuatu (ayat 16). Perbuatan apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus lihat apa yang dilakukan Tuhan Yesus? Bagaimana Tuhan mendekati kita? Tuhan menerima orang-orang berdosa, Tuhan menerima orang-orang yang dijudge orang-orang Farisi.

Apakah kita telah menjadi witness (saksi) atau With-ness (kebersamaan kita dengan orang-orang di sekitar kita)? Tuhan Yesus menjadi saksi (witness) tapi juga bersama-sama dengan orang lain (with-ness). Dalam 1 Yohanes 1:1 dikatakan bahwa yang diberitakan bukan Yesus yang didengar, tetapi yang dirasakan.

Mari kita menjadi with-ness untuk orang-orang di sekitar kita, untuk orang-orang yang desperate. 

 

NB: Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkhotbah - Tim Beranda