Bertanya, Mencari, Mengetuk

September 19,2021 / Tim Beranda

Ayat: Matius 7:7-11

Pasal ini adalah pasal yang sering sekali kita dengar. Namun, ada 2 berita pada pasal ini, yaitu berita baik dan berita buruk. Berita baiknya adalah Allah kita adalah Allah yang baik yang akan memberikan yang baik (ayat 11). 

Dan apa berita buruk pada pasal ini? Rasul Paulus dalam 2 Korintus 12:8-9 berbicara tentang duri dalam daging dan ia berdoa sebanyak 3x akan hal tersebut dan Tuhan tidak memberi apa yang Paulus minta. Yesus pun ketika minta kepada Allah Bapa juga tidak dikabulkan (Matius 26:39). Berita buruknya adalah pengajaran Yesus ini tidak dimaksudkan agar Tuhan menjadi pemuas segala keingan yang kita mintakan kepada-Nya. Berita ini baik atau buruk sebenarnya tergantung pada bagaimana pemahaman kita yang benar-benar baik seperti apa. 

Dalam ayat 11, Yesus sengaja memberikan perbandingan antara Bapa di dunia dengan Bapa di Surga. Walaupun ada Papa yang toxic juga, tetapi secara umum Bapa yang di dalam dunia yang tidak sempurna, mengasihi dan memberikan yang terbaik bagi anaknya. Maka, Bapa yang di Surga pasti akan memberikan yang jauh lebih baik bagi anaknya. 

Waktu kecil, kita menonton Doraemon dan pastinya kita masih ingat lagu dari Doraemon. Doraemon selalu memberikan solusi dari Nobita. Tapi, kalau kita memahaminya kembali, banyak sekali solusi instan yang diberikan Doraemon tidak menyelesaikan masalah Nobita sepenuhnya, karena Doraemon tidak mengubah karakter pemalas Nobita. Tuhan tidak pernah memanjakan anak-anakNya dengan menawarkan solusi instan, karena Dia tidak dapat menyangkal natur kasih-Nya. Dalam Ibrani tertulis Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya. Sama seperti kita adalah Bapa, belum tentu kita selalu mengabulkan permintaan anak kita. 

Pertanyaannya, mengapa kita harus berdoa kalau Tuhan tahu apa yang kita perlukan (ayat 5)? Kalau berdoa pun belum tentu dapat, mengapa? Kita keliru ketika kita meminta, mencari, dan mengetok adalah ketika kita fokus terhadap keinginan kita. Sementara, berdoa adalah bentuk relasi kita dengan Tuhan, dan  bentuk kebergantungan penuh kita kepada Tuhan, dan doa adalah sarana mencari kehendak Tuhan. 

Matius 7:7-11 dalam LAI memberi judul “Hal pengabulan doa”. Ada sebuah kenyataan bahwa hal pengabulan doa dalam pasal ini adalah ayat yang terpisah. Di Lukas 11:9-13, bagian ini pararel dengan Doa Bapa Kami. Sementara, di Matius, ia memisahkan Doa Bapa Kami dengan Hal Pengabulan Doa. Padahal, sepertinya Hal Pengabulan Doa ini lebih cocok ditulis setelah hal kekuatiran (Matius 6:25-34). 

Dalam Matius, “Hal pengabulan doa” diapit dengan Judul “Hal menghakimi” dan “Jalan yang benar”. Dalam Matius, “Hal pengabulan doa” diapit dengan 2 idiom. Ada idiom mutiara dan babi (Matius 7:6) dan golden rule / Apa yang ingin orang lain perbuat, perbuatlah demikian (Matius 7:12). Idiom ini mengajarkan bahwa ada persepsi yang berbeda antara orang dunia dengan yang di atas. Ini membahas tentang Kerajaan Surga. Sehingga, kita bisa menyimpulkan bahwa “hal pengabulan doa” ini berbicara tentang menghidupi kehendak Bapa. Inilah kerinduan Tuhan.

Bagaimana dengan pengertian yang ada di kitab Lukas? Apa yang Lukas bicarakan tentang “memberikan yang baik”. Lukas berkata bahwa Ia akan memberikan Roh Kudus. Berarti dalam ayat ini ingin mengajarkan kita bahwa ketika kita berdoa maka kita harus mencari kehendak Tuhan. 

Bagaimana cara kita berdoa hari ini? Apakah doa-doa kita berisi list keinginan kita ataukah doa kita membawa kita semakin mengerti kehendak Tuhan? 

 

Summary:

Ketika kita berdoa, kita harus mencari kehendak Bapa. Inilah yang harusnya menjadi hasrat orang Kristen yang sejati.